Kronologi Taruna STIP Tewas Dipukuli Senior, Perut hingga Ulu Hati Digebuk

Posted on

1. Telan cabe sambil dipukuli senior

Peristiwa penganiayaan terhadap siswa STIP Jakarta ini terjadi pada Senin 6 April 2015 silam.

Korban yang diketahui bernama Daniel Roberto Tampubolon, dianiaya dengan tangan kosong oleh seniornya.

Lalu Roberto juga dipaksa makan cabe rawit.

Akibatnya perut Roberto mual dan sesak nafas akibat pukulan.

Dia juga mengalami sakit di bagian ulu hatinya.

Peristiwa tersebut sempat dilaporkan ke Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Ternyata, diketahui ada tujuh mahasiswa yang disinyalir melakukan penganiayaan tersebut.

Buntutnya, pihak STIP Jakarta memberikan hukuman kepada tujuh mahasiswa tersebut.

Hukuman diputuskan melalui sidang kehormatan sekolah. Di sidang tersebut dihadirkan para pelaku.

Di hadapan para petinggi sekolah mereka mengakui perbuatan.

Hukuman yang diberikan berupa pemecatan dan sanksi skorsing selama 1 tahun.

Sebanyak lima pelaku dipecat, mereka yaitu, PS, MM, ISS, HP, dan R.

Sementara, K dan AW di sanksi skorsing selama 1 tahun.

stip-12

2. Disiksa karena tidak respek terhadap senior

Penganiayaan yang berujung kematian Dimas Dikita Handoko, mahasiswa semeter satu Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, sempat menggegerkan publik pada 2014.

Dimas tewas karena dianiaya para seniornya. Motif penganiayaan diduga karena Dimas dianggap tidak respek terhadap para seniornya.

Menurut Kapolres Jakarta Utara saat itu, Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal, para pelaku yang berjumlah tujuh orang ditegur oleh senior semester empat bila para korban tidak memiliki respek terhadap mereka (senior).

Dimas beserta keenam temannya kemudian dipanggil ke kos para seniornya.

Di sana mereka dipukul di bagian dada, perut dan ulu hati.

Akibat tindakan kekerasan tersebut, Dimas tersungkur, namun tetap dipukul ketiga pelaku ANG, FACH dan AD.

Dimas yang tidak berdaya akhirnya pingsan.

Melihat Dimas pingsan, para pelaku menggosok minyak angin di hidungnya dan juga menciprat-ciprat air di wajah Dimas agar dia siuman.

Dimas mengalami luka memar yang parah sehingga dibawa ke RS Pelabuhan Jakarta Utara.

Namun, nyawanya sudah tidak tertolong lagi.

Sedangkan keenam teman korban mengalami luka yang parah di bagian wajah, dada sampai perut.

“Dari hasil autopsi, korban Dimas mengalami pendarahan di otak karena benturan benda tumpul,” sambungnya.

Polisi mengamankan tiga pelaku yang diduga menganiaya Dimas dan empat orang lainnya berinisial SAT, WID, DE dan AR yang diduga menjadi pelaku tindak kekerasan terhadap enam teman Dimas.

Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa seragam korban, sebuah gayung berwarna merah dan minyak angin Fresh Care.

Dimas tewas akibat dianiaya para seniornya pada Jumat 25 April 2014 silam.

Keluarga curiga karena sejak beberapa hari dia mengaku serinh mengalami tindakan kekeraaan dari para seniornya.(*)

Sumber : http://medan.tribunnews.com/2017/01/11/begini-kronologi-taruna-stip-tewas-dipukuli-senior-perut-hingga-ulu-hati-digebuk?page=all

 

Incoming search terms:

  • fach miyabi com
  • hukuman yang wajib di ikuti anak taruna pelayaran
  • tonjok ulu hatinya