Banyak Pelajar Madiun Merokok sejak Kelas I SD

Posted on
...

gbr-85

JawaPos.com- Angka perokok di bawah umur di Kota Madiun semakin menghawatirkan. Berdasar hasil skrining masal dinas kesehatan (dinkes) setempat terhadap 10.973 siswa SMA sederajat, 569 di antaranya mengaku mulai coba-coba mengisap rokok sejak berusia 6–7 tahun atau saat duduk di bangku kelas 1 SD.

’’Fenomena baby smoker itu sudah masuk lampu kuning dan menjadi tanggung jawab bersama untuk mengatasinya,’’ terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Madiun dr Agung Sulistya Wardhani.

Dhanik, sapaan akrab Agung Sulistya Wardhani, memerinci, di antara 10.973 pelajar yang diskrining, 1.618 atau 14,6 persen mengaku merupakan perokok aktif. Sementara itu, 458 siswa mulai merokok pada usia tujuh tahun. Selain itu, 111 lainnya kali pertama mengisap rokok saat berumur enam tahun. ’’Rata-rata, mereka mulai merokok saat berusia 14,3 tahun,’’ katanya.

Menurut dia, fenomena perokok di bawah umur tak lepas dari pengaruh lingkungan. Jika orang tua, kakak, dan kakek merokok, anak lebih berpotensi meniru. ’’Awalnya, hanya coba-coba. Namun, lama-kelamaan jadi kecanduan,’’ ujarnya.

Dhanik menyebutkan, berdasar hasil penelitian Global Youth Tobacco Survey pada 2014, tercatat ada 239.000 anak Indonesia yang merokok. Angka tersebut menempatkan Indonesia menjadi negara dengan perokok anak di bawah sepuluh tahun tertingi di dunia hingga dijuluki Baby Smoker Country. ’’Penelitian itu dikuatkan dengan hasil riskesdas, data komnas PA, dan Susenas 2005–2013,’’ paparnya.

Dhanik menjelaskan, rokok berbahaya bagi kesehatan manusia. Terdapat lebih dari 4 ribu kandungan racun dalam rokok. Mulai aseton (penghapus cat kuku), kadmium (dipakai pada aki mobil), hidrogen sianida (racun yang digunakan untuk hukuman mati), arsenik, benzopyrene (hasil pembakaran bersifat racun), hingga fenol (disinfektan pembersih lantai). ’’Jadi, asap rokok itu sangat berbahaya,’’ tuturnya.

Bahaya rokok membuat pemkot getol mengampanyekan pola hidup sehat. Hasilnya, kesadaran warga Kota Madiun meningkat. Misalnya, munculnya kampung bebas asap rokok di Banjarejo dan Winongo. ’’Bahkan, di Banjarejo, warga yang merokok di dalam rumah didenda,’’ ungkapnya.

Karena itu, lanjut dia, gerakan kampung bebas asap rokok bakal dimasalkan. Upaya tersebut sekaligus mendongkrak indeks pembangunan kesehatan masyarakat Kota Madiun yang kini menempati peringkat enam nasional. ’’Warga Kota Madiun antusias diajak sehat,’’ tegasnya.

Sumber : http://www.jawapos.com/read/2016/11/30/67699/banyak-pelajar-madiun-merokok-sejak-kelas-i-sd/1