Menghitung masa subur memang susah-susah gampang. Pasalnya,  perhitungan yang telah kamu buat berdasar kalender kesuburan tak jarang justru meleset. Tak perlu khawatir, karena rupanya ada alat yang bisa mengatasi kebingungan menentukan masa subur saat prakonsepsi.

Cobalah beberapa alat bantu ini untuk membantumu mendeteksi kapan datangnya masa subur :

Cara Pakai Ovutest
Cara Pakai Ovutest

1. Ovutest Strip  

Salah satu cara pakai ovutest adalah ditandai oleh kenaikan Luteinizing Hormone (LH) secara signifikan sesaat sebelum terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium). Kenaikan LH akan mendorong sel telur keluar dari ovarium menuju tuba falopi. Di dalam tuba falopi ini bisa terjadi pembuahan oleh sperma. Masa-masa inilah yang disebut masa subur. Sel telur berada dalam tuba falopi selama kurang lebih 3-4 hari namun hanya sampai umur 2 hari masa yang paling baik untuk dibuahi, setelah itu mati. Gunakan alat ini saat kalendermu memasuki area subur. Ovutest Strip akan bereaksi (berubah warna atau memunculkan tanda) bila kenaikan LH sudah terjadi. Ovutest Strip sebenarnya mendeteksi bahwa kamu akan berovulasi 24-48 jam berikutnya. Dan jika digunakan secara benar, uji kesuburan yang dilakukan dengan Ovutest Strip dapat dipercaya keakuratannya hingga 99.9%. Lakukan pengujian dengan menggunakan urin antara jam 10.00 sampai 20.00.

2. Termometer suhu

Salah cara pakai ovutest digunakan untuk mengukur suhu. Suhu basal tubuh adalah suhu saat tubuh beristirahat. Ini menjadi patokan bagi para wanita untuk menentukan masa ovulasi dan masa suburnya. Selain hasilnya yang cepat dan keakuratannya mencapai 80%, alat ini menjadi andalan para wanita karena bisa ditemukan dengan mudah di apotek atau toko alat kesehatan sekitar rumah. Hanya dengan memasang termometer di satu bagian tubuhmu setiap kali menggunakannya, kamu bisa mengetahui kapan masa subur tiba. Lakukan tes setiap hari pada jam yang teratur di pagi hari sejak menstruasi bersih. Lakukan pengukuran sambil berbaring selama lima menit sebelum kamu melakukan aktivitas apapun sesaat setelah bangun dari tidur, termasuk berbicara. Jika tubuh telah melakukan gerakan, banyak energi sehingga tubuhmu tidak lagi berada dalam kondisi istirahat yang akhirnya bisa mempengaruhi suhu tubuh.